Keindahan, Renungan dan Keserasian


A.   Keindahan


Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk kepada sesuatu yang indah di mana manusiamengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetisyang dinilai secara umum oleh masyarakat.

Wanita yang elok rupanya disebut "Cantik" atau "Ayu", sementara pria yang rupawan disebut "Tampan" atau "Ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "Elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (Keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (Keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.



 
Keindahan. Berasal dari kata indah yang mempunyai arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu keadaan yang enak dipandang, cantik, dan elok. Setelah kata indah itu ditambahkan imbuhan ke- dan -an maka indah yang awalnya merupakan kata sifat berubah menjadi kata benda yang memiliki arti sifat-sifat yang indah atau keelokan.
Keindahan dalam arti artistik bersifat subyektif, artinya keindahan tersebut merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati. Keindahan artistik ditentukan oleh unsur dinamis berupa kesan yang berubah akibat dunia yang selalu berubah-ubah.Unsur dinamis menyebabkan keindahan artistik juga dinamis, artinya kendahan dinilai sesuai dengan tempat dan jamannya. Dengan demikian, keindahan dalam arti artistik merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati yang selalu berubah kesannya sesuai tempat dan jamannya.

B.    Renungan
Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan itu sendiri dalam arti umum biasanya di kenal sebagai introfeksi diri sendiri hal apa saja yang telah kita berbuat itu salah kemudian kita perbaiki hingga benar-benar tidak melakukan hal yang sama lagi.
Banyak sekali perbuatan yang tanpa kita sadari itu bisa membuat seseorang terlukai baik perasaannya atau fisiknya salah satunya saat bercanda terkadang kita lupa dengan batasan hingga menyindir teman kita sampai tersakiti dan membuatnya menangis kemudian di sini lah kita secepatnya mengambil tindakan merenung sejenak untuk memperbaiki kesalahan yang barusan kita perbuat Namun secara definisi renungan adalah proses memikirkan sesuatu dalam keadaan diam dan dalam-dalam. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
  • Teori Pengungkapan
Dalil teori ini ialah bahwa “Arts is an expresition of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan)expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran keinginan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.
  • Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paaa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
  • Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805).
C.    Keserasian
Keserasian berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai, memilki faktor perpaduan dan keseimbangan. Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduanantara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan.
Dalam menentukan keserasian dari perpaduan keindahan ada beberapa teori yang dapat dipakai yaitu :
  • Teori Objektif (Benda terlihat serasi karena keindahan dari benda-benda itu sendiri)
  • Teori Subjektif (Benda terlihat serasi karena itu merupakan penilaian dari subjek yang melihat)
  • Teori Perimbangan Artinya secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapatan bahwa keindahan sesungguhnya adalah tercipta dan tersusun oleh diri kita masing-masing.)
KESIMPULAN

Keindahan, renungan dan keserasian bisa menjadi satu kesatuan yang mengikat. Banyak karya-karya yang telah dicipatakan oleh para seniman terlahir dari renungan yang kemudian menghasilkan karya yang indah dan memiliki keserasian.

Daftar Pustaka :

·        http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/11/keindahan-renungan-567895.html
·        http://suyanwarwawang.blogspot.com/2015/05/keindahan-renungan-dan-keserasian.html?showComment=1431699071682#c6199237803259868322
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan

Komentar